Pemkab Pesisir Selatan Perketat Pengawasan Hutan

20150518Alih-Fungsi-Hutan

Painan, (AntaraSumbar) – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memperketat pengawasan hutan di wilayahnya untuk menjaga kelestarian hutan serta habitat dan satwa yang ada di dalamnya.

Kepala Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Pesisir Selatan, Maswar Dedi di Painan, Rabu mengatakan, menjaga kelestarian hutan sangat penting dalam mengantisipasi dampak buruk dari kerusakan hutan.

“Jika hutan rusak maka ekosistem yang ada didalamnya akan terganggu. Maka itu kita sangat mengharapkan kesadaran masyarakat di semua elemen untuk selalu bersama sama menjaga kelestarian hutan di kabupaten ini sehingga dapat meminimalisir segala dampak buruk yang bakal timbul dari kerusakan hutan yang merupakan paru-paru dunia itu, ” katanya.

Untuk pengawasan, pemkab melakukan berbagai kegiatan seperti operasi rutin, patroli hutan dan sosialisasi kepada pelajar dan kalangan masyarakat lainnya.

Menurutnya, kerusakan hutan disebabkan oleh banyak hal karena perbuatan manusia seperti halnya penebangan liar, pembakaran hutan dan sebagainya.

Kabupaten itu merupakan salah satu daerah yang sangat rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan apalagi pada musim kemarau.

Kebakaran hutan dapat disebabkan oleh beberapa hal yakni alam dan ulah manusia. Disebabkan oleh alam seperti akibat sambaran petir.

Sedangkan kebakaran hutan yang sering terjadi di kabupaten itu yakni oleh aktivitas manusia dengan berbagai motif seperti halnya pembukaan kebun baru dengan membakar lahan, membuang puntung rokok sembarangan saat berada di kawasan hutan, bekas unggun dan sebagainya.

“Kepada masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar kawasan hutan kita imbau agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, ” katanya.

Anggota DPRD Pesisir Selatan Welly Hendra mengatakan, pemkab setempat harus cepat tanggap dalam mengantisipasi kerusakan hutan tersebut karena dampak kerusakan hutan telah menyebabkan terjadinya berbagai bencana di daerah itu.

“Daerah ini sangat rawan terhadap bencana banjir dan tanah longsor karena sebagian kawasan hutan sudah mengalami kerusakan. Maka itu pemkab harus segera mengambil tindakan rehabilitasi dan memperketat pengawasan,” katanya. (*)