Digarap Serius, Wisata Mandeh Bakal Mendunia

digarap-serius-wisata-mandeh-bakal-mendunia-1705091_3x2

Dalam dua tahun terakhir ini perkembangan pariwisata Mandeh lumayan pesat. Dari sebelumnya sepi pengunjung sekarang sudah menjadi ramai.

Ketua Pokja Percepatan Destinasi Wisata Mandeh Adrinof Chaniago mengatakan, pengembangan wisata bahari Mandeh harus terarah dengan membagi sejumlah zonasi, seperti untuk wisata air, offroad, snorkeling dan diving serta kawasan untuk terbang layang.

“Dalam dua tahun terakhir ini perkembangan pariwisata Mandeh lumayan pesat. Dari sebelumnya sepi pengunjung sekarang sudah menjadi ramai. Apabila dikerjakan secara serius dan terarah, akan lebih banyak lagi dikunjungi wisatawan. Dengan demikian sektor ekonomi akan tumbuh dan berkembang yang hasilnya akan menambah pendapatan pemerintah,” kata Adrinof dikutip dari keterangan pers tertulis, Rabu 10 Mei 2017.

Setelah Festival Pesona Mandeh 2017 ini, Adrinof optimistis kawasan wisata bahari Mandeh sudah booming, tidak hanya di kawasan nasional, tapi juga mendunia. Maka dari itu, untuk mengelola kawasan itu akan lebih mudah dengan mendatangkan investor.

Menurut Adrinof, investor yang akan didatangkan untuk mengelola kawasan wisata bahari Mandeh, di sektor penyediaan fasilitas, seperti perhotelan, dermaga, perumahan dan kuliner.

” Investor sangat membantu percepatan pembangunan Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan,” ujar mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ini.

Meski infrastruktur jalan sangat dibutuhkan untuk mempercepat akses ke lokasi, pemerintah berkewajiban untuk membangun jalan ke lokasi. Bila semua itu sudah direalisasikan, Mandeh akan menjadi salah satu tempat wisata favorit baik bagi wisnus maupun wisman.

mandeh

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan, dorongan pemerintah pusat untuk pengembangan pariwisata Mandeh sangat membantu. Dia mengungkapkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah menganggarkan dana Rp 100 miliar untuk meningkatkan pembangunan jalan menuju kawasan Mandeh, terutama dari lokasi hingga Sungai Pisang yang berbatasan dengan Kota Padang.

Apabila akses transportasi di jalur itu sudah lancar, jarak tempuh dari Padang menuju Mandeh semakin cepat. Jalan tembus dari Mandeh hingga Sungai Pisang, Kota Padang sekitar 42 kilometer.

” Memang jalan tembus dari Sungai Pisang ke Mandeh sudah ada. Kita ingin, jalur itu diperlebar, sehingga aksesnya lebih mudah dan lancar,” kata Hendrajoni.

Karena itu, Hendrajoni berani langsung mempromosikan Mandeh hingga ke New Zealand beberapa waktu lalu. Hasilnya cukup mengesankan, ada 80 wisatawan asal New Zealand yang hadir di Festival Pesona Mandeh 2017 khusus untuk mengikuti Festival Rabab dan Lomba Foto Bawah Laut.

” Waktu kita promosi di New Zealand, kita tampilkan kesenian Rabab di sana. Ternyata banyak yang tertarik dan ingin mempelajarinya. Bahkan ada yang secara khusus datang ke festival ini untuk turut memecahkan rekor MURI nanti. Yang lainnya sengaja ikut lomba foto bawah laut, semuanya ada 20 orang,” tukas Hendrajoni.

Ada kata-kata sakti yang keluar dari Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meninjau Kawasan Mandeh beberapa waktu lalu. ” Membuktikan Mandeh sukses itu lebih baik daripada 1.000 kali saya memberi pidato atau ceramah,” ujar Menpar Arief Yahya di depan Bupati Hendrajoni.

Karena itulah, Mantan Dirut PT Telkom ini mampir dan memaksa harus menginjakkan kaki secara fisik ke Mandeh, yang positioning-nya diproyeksikan sebagai Raja Ampat-nya Sumatera.

Sumber : https://travel.dream.co.id/news/digarap-serius-wisata-mandeh-bakal-mendunia-1705091.html